Absensi Di Kantor Masih Perlukah

Sebetulnya, kini sudah bukan zaman karyawan terikat absensi di kantor. Tapi nyatanya, masih banyak kantor yang menggunakanan absensi.

Kalau dulu, perkembangan dunia profesi dikukur dari wujud alat-alat canggih dan high-tech, maka kini lebih diukur pada efisiensi waktu dan efektivitas kerja. Hal ini terkait dengan sistem flexitime atau fleksibilitas waktu, yang diterapkan.



Sistem ini memungkinkan karyawan bekerja di luar kantor. Modalnya adalah teknologi canggih, manajemen yang tertata rapih dan kepercayaan kedua belah pihak yang besar. Di Indonesia, sudah ada perusahaan yang menerapkan sistem ini, lebih spesifik lagi adalah perusahaan internet.

Perusahaan semacam ini, membebaskan karyawan bekerja dimana saja --di luar kantor, yang penting, tugas dan tanggung jawab mereka dipenuhi. Di negara maju, banyak karyawan yang membuat program kerja (komputer) di rumah lalu mengirimnya via internet. Menjadwal operasional mesin pabrik dengan program komputer, atau konsultasi lewat teleconfrence.

Kecuali dokter, cleaning service, kuli bangunan, rumah sakit, dan beberapa bidang jasa lainnya, kayaknya perusahaan apapun, bisa juga menerapkan sistem ini. Maksudnya, lebih mengutamakan hasil pekerjaan daripada kehadiran.

Bahkan Armando Gomez, seorang career advisor di majalah online menyarankan penerapan flextime. Paling tidak, katanya, karyawan dibebaskan memilih waktu "berkunjung" ke kantor, selama kinerja mereka bagus dan bisa diandalkan.

Survei yang dilakukan William M. Mercer Inc --sebuah biro konsultan di New York, sebagian besar perusahaan yang beroperasi di sektor swasta, menawarkan cara ini pada para karyawannya. Dan sebagian besar meraih kesuksesan.

(imaulana/M)