12 Pantangan untuk seorang Marketer



1. Jangan terlalu semangat menjual hingga melupakan privacy calon pembeli.

2. Jangan membuat rikuh calon pembeli dengan memprospek yang bersangkutan di saat yang tidak tepat.

3. Jangan suka membawa2 nama pembeli sebagai referensi kepada calon pembeli lainnya tanpa seijin yang bersangkutan, karena seringkali calon pembeli berikutnya akan bertanya kepada eks pembeli sebelumnya; jika dia kenal, yang oleh si sales disebut sebagai referator.

4. Jangan suka menjelek-jelekkan produk lain tanpa bukti yang jelas.

5. Jangan suka melebih2kan kualitas dan layanan produk diluar coverage purna jual yang diberikan sesungguhnya dari pabrik atau distributor, serta jangan menjanjikan sesuatu yang tidak akan bisa dipenuhi perusahaan penjual produk demi membuat calon pembeli membuka PO atau deal.

6. Jangan suka berbohong kepada customer, banyak customer yang sebetulnya lebih paham produk dibanding sales, tapi mereka suka bersikap pura2 tidak tahu untuk mengetes kejujuran sales dan menguji kehebatan produk bahkan perusahaan tersebut!.

7. Jangan menawarkan sesuatu yang diluar nilai normatif yang diyakini calon pembeli, misalnya saja; kepada staf purchasing perusahaan, jika anda menangkap kesan purchaser tersebut orang yang punya prinsip, jangan coba2 tawarkan fee, entertainment, voucher, atau gratifikasi lainnya, dia akan tersinggung dan langsung memback list anda.

8. Jangan suka menilai calon pembeli berdasarkan penampilan sekilas saja, banyak calon customer yang tampak tidak meyakinkan justru membeli banyak & banyak calon customer yang kelihatan bonafide justru tidak jadi membeli.

9. Jangan suka mengabaikan keluhan atau harapan calon customer saat presentasi & menjual, dengarkan saja, karena seringkali produk yang ditawarkan tidak pas dengan permintaan, tapi sebetulnya setelah anda dengarkan keinginan mereka jadi tahu apa yang sebenarnya yang diperlukan.

10. Jangan suka bersikap "hit and run" dengan calon pembeli, dihubungi terus menerus & dilayani dengan baik saat proses negosiasi, tapi setelah deal, anda lepas tangan jika ada complain atau tidak memberikan contact person yang menangani purna jual, sehingga customer tsb tidak terlayani dengan baik setelah membeli.

11. Jangan suka memanfaatkan ketidaktahuan dan keluguan calon customer demi keuntungan sesaat, lakukan presentasi yang benar, jujur, & transparan kepada calon customer tersebut, seorang pembeli yang setalah membeli kemudian menyesal adalah awal bencana untuk sang Marketer & juga bisnisnya.

12. Jangan suka mengabaikan & bersikap under estimate calon customer yang belum memutuskan untuk membeli tapi seringkali banyak bertanya & menghubungi anda untuk meminta update, seringkali customer akhirnya memutuskan membeli produk anda setelah.... lewat 1 bulan bahkan 1 tahun setelah anda menawarkannya kepada mereka.



Jika anda bisa melaksanakan dengan konsekuen "12 PANTANGAN UNTUK SEORANG MARKETER" ini, saya yakin orang akan menyenangi & sekaligus menghargai anda sebagai seorang Marketer atau Sales...., bahkan akan menjadi rujukan mereka jika akan membeli produk atau ada orang yang bertanya, ada pepatah tentang hal ini:

1. Seorang customer yang puas akan bercerita kepada 10 orang tentangkehebatan produk dan layanan anda, tapi seorang customer yang kecewaakan bercerita kepada 1.000 orang bahkan semua orang yang dia temui,tentang keburukan produk & layanan anda.

2. Seringkali customer yang puas akan berbicara tentang kehebatan sang penjual/pribadinya, tapi customer yang kecewa akan berbicaratentang keburukan sang penjual sekaligus produknya bahkan perusahaan-nya.

Semoga bermanfaat.