10 Tanda Klinis Diabetes Mellitus Paling Sering Yang Patut Bunda Ketahui Sejak Dini

diabetes melitus

Bunda, diabetes melitus dapat mengenai semua organ tubuh. Gejala diabetes melitus yang dirasakan seseorang biasanya tergantung dari organ tubuh yang terkena.

Karena banyak variasi gejala yang dapat ditimbulkan, Diabetes Melitus sering disebut sebagai the great imitator.

Diabetes melitus dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga seseorang tidak menyadari akan adanya perubahan kebiasaan seperti minum menjadi lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih sering, atau berat badan yang menurun.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, kadang sampai timbul komplikasi diabetes yang bersifat permanen seperti retinopati diabetik (kerusakan retina mata akibat diabetes yang tidak terkontrol).

 

Kebanyakan saat komplikasi timbul, seseorang baru berkonsultasi pada Dokter, dan mendapati kadar glukosa darahnya tinggi.

Terkadang pula gejala yang dirasakan seseorang tidak jelas mengarah pada diabetes, bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala sama sekali pada awalnya (asimtomatik).

Seorang Diabetisi yang belum menyadari bahwa dirinya terkena diabetes melitus biasanya datang ke Dokter dengan keluhan :

  1. Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh,
  2. Kelainan kulit seperti gatal tanpa penyebab yang jelas,
  3. Kelainan yang berkaitan dengan kandungan seperti keputihan,
  4. Kesemutan dan rasa baal,
  5. Kelemahan tubuh, misalnya setelah bangun tidur pagi, badan terasa lemas dan mengantuk, dan
  6. Infeksi saluran kemih.

Keluhan seseorang bisa berbeda-beda. Namun biasanya penderita diabetes melitus sering mengalami 10 tanda klinis diabetes melitus sbb.

1. POLIURIA

Tanda klinis diabetes melitus yang paling sering adalah poliuria, yaitu sering buang air kecil.

Jika seseorang yang tidak pernah terbangun pada tengah malam hari karena ingin buang air kecil (nokturia), lalu tiba-tiba suatu saat seorang tersebut ingin buang air kecil pada tengah malam dengan frekuensi yang sering, maka sebaiknya dilakukan cek glukosa darah.

Bagi penderita diabetes, tanda sering buang air kecil pada malam hari ini sering dikeluhkan oleh penderita ketika glukosa darah sedang tinggi.

Maka bagi penderita diabetes sangat baik jika menyediakan alat cek glukosa darah di rumah sehingga mereka bisa mengecek kadar glukosa darah kapan saja saat diperlukan.

2. POLIFAGIA

Penderita diabetes sering merasa lapar terus menerus, bahkan ketika mereka baru selesai makan. Frekuensi makan menjadi lebih sering dengan porsi makanan yang banyak, namun beberapa penderita diabetes yang tidak terkontrol tetap merasa lemas.

3. POLIDIPSIA

Merasa selalu haus sampai penderita diabetes biasanya banyak minum walaupun dalam aktivitas yang biasa.

4. BERAT BADAN MENURUN

Walaupun banyak makan, penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol akan tetap merasa lemas dan berat badan menurun.

Hal ini terjadi karena energi yang dihasilkan dari makanan tidak dapat ditransport ke dalam otot dan organ-organ , energi (gula) tertumpuk dalam darah, sehingga kadar gula darah semakin lama semakin tinggi. Sedangkan berat badan makin lama makin menurun.

5. LEMAH

Sumber energi dari makanan tidak masuk ke dalam organ tubuh, oleh karena itu penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol merasa kekurangan energi.

6. KESEMUTAN

Keluhan kesemutan ini sering dialami penderita diabetes yang telah lama tidak terkontrol. Kesemutan adalah salah satu gejala komplikasi diabetes, Neuropati Perifer, di samping rasa baal, dan rasa lemah.

Neuropati perifer ini berkisar 10%-60% terjadi pada diabetes melitus.

Kesemutan adalah tanda bahwa diabetes melitus yang diderita telah menjadi kronik, bukan pada stadium awal.

7. GATAL

Kelainan kulit berupa gatal biasanya terjadi di daerah lipatan paha, lipatan ketiak, lipatan di bawah payudara pada wanita, yang biasanya tertutup, lembab.

Gatal pada daerah lipatan tubuh yang lembab tersebut biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Oleh sebab itu, gatal pada penderita diabetes biasanya memerlukan pengobatan anti fungi.

8. PENGLIHATAN KABUR

Keluhan penglihatan mata menjadi kabur akibat diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat disebabkan oleh komplikasi Retinopati Diabetik Katarak, atau gangguan-gangguan refraksi akibat perubahan-perubahan pada lensa oleh hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi).

9. BISUL/LUKA TAK KUNJUNG SEMBUH

Seseorang dengan luka atau bisul yang tak kunjung sembuh atau bahkan semakin lama semakin parah, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Akibat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan luka/infeksi menjadi sukar sembuh. Meskipun luka tersebut disebabkan oleh hal-hal yang sepele, misalnya akibat memakai sepatu, tertusuk jarum, dsb.

10. KEPUTIHAN

Pada wanita, keputihan merupakan salah satu keluhan yang pada awalnya membuat ia datang ke Dokter Spesialis Kandungan, Sp.OG, dan ternyata setelah diperiksa lebih lanjut, diabetes melitus yang melatar belakangi timbulnya keputihan tersebut.

Keputihan tidak selalu diakibatkan oleh diabetes melitus. Terdapat banyak penyebab yang dapat menimbulkan keputihan.

Itulah tanda-tanda yang sering dialami penderita diabetes melitus paling sering yang patut bunda ketahui sejak dini.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.


Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar