10 Alasan Saya Memilih Persalinan Normal Daripada Persalinan Caesar

 

Bunda, banyak sahabat Saya bertanya bagaimana rasanya melahirkan secara normal? Dari pertanyaannya, kita sudah dapat menebak bahwa sahabat Saya yang bertanya demikian adalah wanita yang belum pernah melahirkan atau yang sudah melahirkan namun memilih persalinan caesar.

Membayangkan bagaimana rasanya proses persalinan normal itu bisa membuat kita ketakutan. Kebanyakan bunda akan merasakan level 'ketakutan' tersendiri jika akan menghadapi persalinan. Bagaimana pun juga proses persalinan itu tidak ada yang 'enak'.

Namun, jika Saya bisa memilih, artinya jika kondisi kehamilan Saya normal dan tanpa kendala untuk melalui proses persalinan normal, maka Saya akan lebih memilih persalinan normal daripada persalinan caesar.

Meskipun banyak bunda yang lebih menyukai persalinan normal dan juga Dokter ObGyn biasanya akan menyarankan persalinan normal bila kehamilan Bunda tanpa kendala, kenyataannya jumlah persalinan caesar atas permintaan sendiri itu justru meningkat akhir-akhir ini. 

Salah seorang sahabat Saya salah satunya. Karena Beliau tidak sanggup membayangkan bagaimana bayi bisa keluar melalui 'lubang' sekecil itu, akhirnya Beliau pun memilih persalinan caesar. Ya, itu adalah pilihan masing-masing.

Bagi saya pribadi inilah 10 alasan saya memilih persalinan normal daripada persalinan caesar yang mungkin saja bisa menjadi bahan pertimbangan Bunda mengenai proses persalinan yang akan Bunda pilih.

1. KODRAT

Sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk melahirkan bayi secara normal. Sejak zaman dahulu, wanita melahirkan normal bahkan tanpa adanya obat-obatan anti nyeri dan antibiotik. Wanita hebat itu bisa melakukannya, jadi sekarang Saya pun bisa mengikuti jejak wanita-wanita hebat zaman dulu.

 

2. TANPA ANESTESI

Persalinan normal dilakukan tanpa anestesi spinal. Anestesi spinal adalah prosedur memberikan obat bius yang disuntikkan di tulang belakang wanita yang dilakukan sebelum melakukan operasi caesar. 

Anestesi spinal ini akan memberikan efek mual muntah sesaat setelah disuntikkan, yang kemudian untuk mengatasi efek samping mual muntah itu, biasanya akan diberikan obat lagi melalui intravena (pembuluh darah).

Saya tidak suka menggunakan 'terlalu' banyak obat.

Dan lagi, sahabat-sahabat Saya yang pernah mengalami persalinan caesar sebagian ada yang bercerita bahwa rasa nyeri tulang belakang akibat suntikan anestesi spinal itu bertahan cukup lama, sekitar 2-3 bulan, dan hal itu cukup mengganggu katanya.

 

3. TANPA KATETER

Saat akan dilakukan persalinan caesar, sebelumnya bunda akan dipasang kateter, yaitu suatu selang yang akan dimasukkan ke dalam saluran kencing uretra. Dan ini, menurut Saya sangat-sangat tidak nyaman. 

Pemasangan kateter bahkan bisa menimbulkan luka juga pada saluran kencing. Rasa seperti ada yang mengganjal ini harus bunda rasakan sampai beberapa waktu setelah persalinan selesai. Karena setelah operasi caesar selesai, kateter ini akan tetap terpasang sampai beberapa waktu.

 

4. RAHIM TIDAK DILUKAI

Pada persalinan normal, tubuh kita akan menyesuaikan seiring cara alamiah organ reproduksi mengeluarkan bayi. Namun, tidak demikian dengan persalinan caesar.

Pada persalinan caesar, lapisan demi lapisan kulit perut kita akan disayat untuk mengeluarkan bayi. Setelah bayi selesai dikeluarkan, lalu lapisan demi lapisan kulit yang telah disayat itu akan dijahit kembali.

Saya tidak berani membayangkan berapa banyak luka yang telah dijahit dari lapisan kulit paling luar, lapisan otot, dan rahim itu sendiri. Tentu saja, proses penyembuhannya pun akan berlangsung lebih lama dibandingkan jika kita melahirkan secara normal.

Bahkan ada beberapa bunda yang bercerita pada Saya rasa nyeri di perut bekas sayatan operasi caesar bertahan 3 bulan bahkan sampai 2 tahun.

 

5. PERDARAHAN YANG TERJADI SEDIKIT

Dalam keadaan normal, perdarahan dalam persalinan normal jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan perdarahan yang terjadi akibat operasi caesar.

 

6. BEBAS MEMASANG STAGEN

Ini adalah bagian yang paling Saya sukai. Setelah melahirkan normal, saya bebas melakukan perawatan pasca persalinan, misalnya adalah memasang stagen, untuk mengembalikan perut agar bisa ramping kembali.

Memakai stagen adalah perawatan tradisional pasca melahirkan yang masih saya lakukan di samping memakai pilis, parem, dan lulur.

Memasang stagen tentu tidak bisa dilakukan secara maksimal apabila terdapat luka bekas operasi caesar di perut bunda.

 

7. DAYA TAHAN TUBUH BAYI LEBIH KUAT

Guru saya pernah mengatakan bahwa bayi yang dilahirkan secara normal memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat jika dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar. Mengapa?

Alasannya, adalah kontak bayi dengan bakteri-bakteri fisiologis yang ada dalam jalan lahir ibu akan menjadi metode imunisasi alami bayi sehingga bayi akan lebih kebal jika berkontak dengan bakteri-bakteri yang hidup di lingkungan luar.

 

8. PROSES PENYEMBUHAN LEBIH CEPAT

Saya sangat takjub dengan hal ini, Bunda. Bagaimana tidak? Memang, dalam persalinan normal, kita akan merasakan rasa mulas luar biasa saat pembukaan leher rahim terjadi. Sampai pembukaan leher rahim sudah lengkap, barulah saat itu bunda diperbolehkan untuk mengejan.

Setelah itu, bayi berhasil dilahirkan dan Subhanallah rasa nyeri, mulas, stres, hilang seketika. Bahkan saat Dokter ObGyn masih belum selesai mengeluarkan plasenta dan membersihkan jalan lahir, Saya sudah tidak merasakan sakit lagi.

Bayi diletakkan di dada dalam proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) . Perasaan bahagia lebih mendominasi, Bunda, jadi proses pengerjaan pengeluaran plasenta, reparasi perineum karena episiotomi tidak terasa sama sekali.

Proses IMD di mana bayi mencoba menghisap ASI juga akan membantu rahim lebih berkontraksi sehingga rahim lebih cepat mengecil dan proses penyembuhan terjadi lebih cepat. Banyak manfaat IMD lainnya untuk bunda dan bayi.

2 Jam setelah proses persalinan normal, kita akan dianjurkan untuk berkemih. Bunda, sekedar berbagi pengalaman, 2 jam setelah bersalin normal, saya bahkan bisa langsung mandi. Tentu kita harus hati- hati dalam merawat luka episiotomi, terutama saat mandi.

Tentu hal ini tidak bisa Saya lakukan jika saya melalui persalinan caesar, karena 24 jam setelah operasi caesar kita masih dalam tahap immobilisasi (tidak boleh bergerak) dan tentu saja kateter masih terpasang di saluran kemih.

 

9. BIAYA LEBIH IRIT

Ehm, yang ini sih sudah pasti ya, Bund.

 

10. WAKTU PERAWATAN DI RS SEBENTAR

Jika kita bersalin secara normal sebenarnya boleh pulang setelah 24 jam observasi tanpa masalah, namun biasanya di rumah sakit paket persalinan itu 3 hari 2 malam.

Sementara untuk persalinan caesar, biasanya paling sedikit dirawat selama 4-5 hari di rumah sakit, terhitung saat operasi caesar, 24 jam setelah operasi saat bunda belum boleh bergerak, hari ke-2 belajar berjalan, hari ke-3 berjalan sendiri, dan observasi hari ke-4 atau ke-5. 

Jika saya masih diberikan kesempatan lagi untuk bisa melahirkan secara normal untuk kelahiran anak saya yang ke-4, tanpa ragu saya pilih persalinan normal daripada persalinan caesar. Mohon do'anya ya Bunda.

Semoga bermanfaat *-)


Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar