1 Dari 5 Bayi Terserang Kolik. Apa itu Kolik

1 Dari 5 Bayi Terserang Kolik. Apa itu Kolik

 

Bunda, bayi yang menangis terus, kadang sampai berjam-jam, tanpa alasan yang dimengerti orangtua bisa jadi karena kolik.

Kolik terjadi 1:5 pada bayi, suatu keadaan yang lumrah terjadi pada bayi, dan biasanya akan hilang seiring dengan makin sempurnanya perkembangan sistem pencernaan bayi, yaitu ketika bayi berumur sekitar 4 bulan.

 

Apa itu kolik?

Kolik adalah suatu keadaan nyeri dan tegang pada perut bayi akibat bayi menelan banyak udara ketika menyusu, membuat lambung menjadi meregang (distensi), kembung, dan dapat mengganggu pencernaan bayi.

Kolik sangat tidak nyaman bagi bayi sehingga bayi biasanya menangis terus tanpa alasan dengan tangisan yang keras. Kolik sangat membingungkan bagi orangtua baru, mengapa bayi terus menangis meskipun popoknya bersih, dalam kondisi kenyang minum susu, tidak mengantuk, dan tidak sakit. 

 

Apa penyebab kolik?

Penyebab pasti masih belum diketahui, namun hipotesa tentang faktor pemicu kolik ini terus berkembang, di antaranya,

  1. Bayi menelan terlalu banyak udara ketika menyusu,
  2. Sistem pencernaan belum mentoleransi protein susu formula, sehingga bayi dengan susu formula lebih sering terkena kolik dibandingkan bayi ASI.
  3. Ukuran lubang dot yang tidak sesuai pada bayi yang diberikan susu formula,
  4. Sistem pencernaan dan sistem saraf bayi belum sempurna sehingga bisa menimbulkan refluks isi lambung (isi lambung misalnya asam lambung, susu, akan kembali naik ke kerongkongan bayi), 
  5. Adanya gas dalam usus,
  6. Bayi yang cenderung alergi, 
  7. Konsumsi kafein atau kopi pada ibu yang memberikan ASI,
  8. Ketidaknyamanan yang dirasakan pada bayi yang terlalu sensitif terhadap cahaya dan suara,
  9. Ketegangan rumah tangga.

 

Adakah cara untuk mencegah kolik?

  1. Cara tradisional untuk mencegah terjadinya kolik adalah mengatur posisi bayi agar dalam POSISI TEGAK LURUS setelah menyusu. Ini akan membantu mengeluarkan udara yang tertelan, bayi akan bersendawa. Usahakan lakukan ini setiap kali selesai menyusu. Bayi dapat digendong dengan dengan tegak lurus, satu tangan orangtua untuk menggendong bayi sementara satu tangan lainnya menepuk lembut punggung bayi. Untuk memudahkan bayi bersendawa, tenangkan dahulu bila bayi menangis.
  2. Baringkan bayi dalam posisi kepala lebih tinggi dari kaki. Penting diperhatikan, leher bayi tidak boleh sampai menekuk yang akan membuatnya kesulitan bernapas, posisi tulang punggung bayi harus tetap lurus, berikan bantal pada kepala bayi yang tidak terlalu tinggi dan sesuaikan dengan posisi leher bayi.
  3. Hendaknya bunda yang sedang menyusui tidak mengkonsumsi kafein atau kopi mengingat komposisi ASI dapat dipengaruhi oleh faktor bunda termasuk asupan makanan bunda,
  4. Pada bayi yang diberikan susu formula, bunda harus menyesuaikan ukuran dot sesuai umur bayi atau yang paling pas untuk bayi. Ukuran lubang dot bayi yang terlalu besar akan membuat bayi menyusu dalam jumlah banyak sekaligus yang dapat memicu terjadinya kolik. Sedangkan ukuran lubang dot yang terlalu kecil membuat bayi menghisap lebih kuat sehingga bayi akan menelan udara lebih banyak.
  5. Jangan membuat bayi terganggu dengan suara bising atau cahaya yang terlalu menyilaukan. Biarkan bayi dalam kondisi yang tenang dan nyaman.

 

Kapan Anda harus segera membawa bayi ke Dokter?

  1. Saat bayi terserang kolik, menangis terus tanpa henti meskipun sudah dilakukan berbagai cara di atas. Bayi bunda mungkin memerlukan obat untuk mengatasi ketegangan pada perutnya. Segera konsultasikan ini pada Dokter Anak.
  2. Kolik disertai dengan gejala lain misalnya demam, muntah, atau konstipasi. 
  3. Bayi Bunda berusia lebih dari 4 bulan.
  4. Akibat kolik yang hilang timbul, bayi Bunda tidak bisa menambah berat badannya.
  5. Bayi dengan tangisan mirip kolik, dapt disebabkan penyakit lain misalnya infeksi telinga dan penyakit pernapasan.

 

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.


Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar